Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMP Negeri 2 Kalasan Bercanda tanpa Melukai

Sleman, 18 September 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Edukasi Anti-Bullying bertajuk “SEKAWAN: Bercanda tanpa Melukai, Berteman tanpa Menyakiti” di Masjid Al-Huda, SMP Negeri 2 Kalasan, diikuti 189 murid kelas VII. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa PK terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), melalui upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Materi disampaikan narasumber dari Unit Layanan Bimbingan Konseling (ULBK) UNY mengajak murid mengenali tiga penanda utama bullying yaitu perilaku menyakiti, ketimpangan kekuatan, dan pola berulang serta membedakannya dari candaan sehat dan konflik biasa melalui “Tes 4B” (Berhenti, Berimbang, Bersama, Bekas). Materi juga menjabarkan empat bentuk bullying (verbal, sosial, fisik, digital), meluruskan sejumlah miskonsepsi seperti “kalau tidak memukul berarti bukan bullying”, serta membahas batas pribadi terkait tubuh, keluarga, dan privasi digital yang kerap dianggap sepele. Bagian penutup materi membekali murid dengan langkah konkret: strategi “AMAN” (Amankan diri, Minta bantuan, Arsipkan bukti, Nyatakan batas) bagi korban, peran aktif saksi tanpa harus konfrontasi langsung, serta lima langkah memperbaiki kesalahan bagi pelaku agar tidak melekat sebagai label permanen.

Melalui pendekatan yang mengedepankan empati alih-alih mencari pihak yang salah, seminar ini mendorong murid untuk memahami dampak bullying secara nyata, baik terhadap tubuh, pikiran, maupun prestasi belajar dan menumbuhkan kesadaran bahwa niat bercanda tidak menghapus dampak yang ditimbulkan. Murid juga diajak menyepakati komitmen bersama “SEKAWAN”: berhenti ketika teman merasa tidak nyaman, tidak menyebarkan konten yang merugikan, mendampingi teman yang membutuhkan, dan berani mencari bantuan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan target SDGs dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan mendukung kesehatan mental murid.

Diharapkan nilai-nilai yang ditanamkan melalui seminar ini terus dipraktikkan murid dalam kehidupan sehari-hari, dan SMP Negeri 2 Kalasan dapat mengembangkan mekanisme pelaporan serta pendampingan anti-bullying yang berkelanjutan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini.

Penulis Khalista Syafrina Rizky | Pendidikan Matematika 2023 | Universitas Negeri Yogyakarta